Uwei lampeong

Novel Uwei Lampeong karya Sepmiwawalma mengisahkan perjalanan transformatif Ari, seorang pemuda asal Barito yang kembali dari perantauannya setelah menyelesaikan studi ekonomi di Yogyakarta demi mendedikasikan hidupnya bagi tanah kelahirannya di Desa Lampeong, Kabupaten Barito Utara


Di tengah ancaman modernisasi dan degradasi lingkungan, Ari bersama para perajin lokal seperti Sinta dan tetua adat Pak Raden berjuang merajut kembali kedaulatan ekonomi masyarakat adat melalui pelestarian seni menganyam rotan (uwei)
yang sarat nilai budaya. Melalui pendirian Koperasi Simpul Barito, dokumentasi motif tradisional, serta penerapan jaring pengaman sosial, novel ini menghadirkan potret nyata keharmonisan hubungan antara manusia dan alam, sekaligus membuktikan bahwa kelestarian hutan dan kesejahteraan perajin harus berjalan seiring sejalan.


Novel diformat dengan ukuran 15 x 21 cm, setebal 172 halaman. Peminat bisa menghubungi penulis (Sepmiwawalma) di 0838-3275-8311

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMUS DAYAK TUJUH BAHASA & Sejarah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional

ORANG BARITO ABAD XIX - Narasi Tentang Penghuni Batang Barito Berdasarkan Catatan Para Penjelajah Mula-Mula

PERTANIAN DI TANAH DAYAK Dari Perladangan ke Agroforestry