Postingan

FAJAR REMBANG KARTINI DAYAK

Gambar
FAJAR REMBANG KARTINI DAYAK: Sebuah Renungan Tentang Perempuan Dayak  adalah kumpulan 70 tulisan reflektif Dr. Tulus Tu’u, M.Pd. yang memadukan renungan iman Kristen, pengalaman kehidupan, persoalan sosial, pendidikan, keluarga, generasi muda, serta kiprah perempuan Dayak.  Buku ini menempatkan perempuan Dayak sebagai bagian penting dalam perjalanan kemajuan masyarakat, bukan sekadar sebagai sosok yang berada di ruang domestik, melainkan sebagai pribadi yang mampu tampil, memimpin, melayani, dan memberikan kontribusi nyata.  Bagian khusus tentang “Kartini Dayak” menghadirkan kiprah perempuan Dayak masa kini melalui tulisan lima tokoh perempuan yang berkisah dengan cara dan gaya mereka sendiri tentang perjalanan, peran, kontribusi, serta harapan bagi perempuan Dayak. Buku ini mengajak pembaca merenungkan kehidupan, iman, kasih, pengabdian, keteladanan, dan tanggung jawab terhadap sesama, sekaligus memberi inspirasi agar perempuan Dayak semakin percaya diri mengambil peran ...

Khazanah Motif Anyaman Rotan Populer Barito Utara

Gambar
Khazanah Motif Anyaman Rotan Populer Barito Utara adalah buku yang mendokumentasikan kekayaan tradisi anyaman rotan masyarakat Barito Utara, khususnya berbagai motif yang berkembang dan dikenal di tengah masyarakat. Buku ini tidak hanya menyajikan bentuk dan ragam 44 motif anyaman rotan populer, tetapi juga menguraikan sejarah pemanfaatan rotan, perkembangan kerajinan, tradisi dan filosofi motif, sentra-sentra pengrajin, proses pengolahan dan penganyaman, hingga penerapan motif dalam berbagai produk kerajinan. Rotan ditempatkan bukan semata-mata sebagai bahan kerajinan atau komoditas ekonomi, melainkan sebagai bagian dari pengetahuan lokal, identitas budaya, serta hubungan masyarakat dengan lingkungan alamnya. Penulisan buku dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui pengumpulan data lapangan, wawancara, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), serta pengamatan langsung di sentra kerajinan, antara lain Benangin, Lampeong, dan Muara Mea. Informasi mengenai nama, bahasa,...

Mutiara Muara Mea

Gambar
 Novel "Mutiara Muara Mea" karya Sepmiwawalma mengangkat kisah inspiratif tentang Mutiara (Tiara), seorang mahasiswi Sastra Inggris sekaligus putri juru kunci Rumah Betang Olo Lio di Desa Muara Mea, Barito Utara. Di tengah ancaman kepunahan bahasa leluhurnya akibat modernisasi, Tiara berjuang menyusun kamus trilingual (Tawoyan–Indonesia–Inggris) di Yogyakarta. Perjuangan sunyi ini mempertemukannya dengan Arkan, seorang pengusaha rotan berkelanjutan yang terpesona oleh filosofi lokal dan tergerak mendanai pencetakan fisik kamus tersebut untuk didistribusikan ke berbagai sekolah. Puncak perjalanan cerita berlanjut saat Tiara, Aris, dan Arkan melakukan ekspedisi langsung ke pedalaman Muara Mea. Di bawah naungan Rumah Betang Olo Lio, mereka merajut kisah pelestarian budaya, literasi masyarakat adat, serta benih-benih cinta tulus di tengah tantangan zaman. Novel ini tidak hanya menyajikan drama humanis yang menyentuh hati, tetapi juga menjadi monumen penting bagi upaya pelestaria...

Kinanti Benangin

Gambar
Novel  Kinanti Benangin bertutur tentang perjalanan inspiratif seorang perempuan muda bernama Kinan yang memilih meninggalkan gemerlap kota besar untuk kembali ke tanah leluhurnya di Desa Benangin, Kabupaten Barito Utara. Di tengah pergulatan melawan stigma masyarakat dan cengkeraman tengkulak yang mengeksploitasi alam, Kinan bertekad mengubah paradigma pengelolaan rotan dari sekadar bahan mentah subsisten menjadi produk bernilai seni tinggi melalui pendirian Santuari Kameluh . Bersama Arga—seorang arsitek visioner yang menjadi mitra seperjuangan sekaligus pendamping hidupnya—Kinan merajut asa membangun Pusat Edukasi Wisata Rotan Internasional, membuktikan bahwa kelestarian hutan adat dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan demi masa depan peradaban yang berkelanjutan. Ditulis oleh Sepmiwawalma, diformat dengan ukuran 15 x 21 cm, setebal 115 halaman. Peminat bisa menghubungi penulis (Sepmiwawalma) di 0838-3275-8311

Uwei lampeong

Gambar
Novel Uwei Lampeong karya Sepmiwawalma mengisahkan perjalanan transformatif Ari, seorang pemuda asal Barito yang kembali dari perantauannya setelah menyelesaikan studi ekonomi di Yogyakarta demi mendedikasikan hidupnya bagi tanah kelahirannya di Desa Lampeong, Kabupaten Barito Utara .  Di tengah ancaman modernisasi dan degradasi lingkungan, Ari bersama para perajin lokal seperti Sinta dan tetua adat Pak Raden berjuang merajut kembali kedaulatan ekonomi masyarakat adat melalui pelestarian seni menganyam rotan ( uwei ) yang sarat nilai budaya. Melalui pendirian Koperasi Simpul Barito , dokumentasi motif tradisional, serta penerapan jaring pengaman sosial , novel ini menghadirkan potret nyata keharmonisan hubungan antara manusia dan alam, sekaligus membuktikan bahwa kelestarian hutan dan kesejahteraan perajin harus berjalan seiring sejalan. Novel diformat dengan ukuran 15 x 21 cm, setebal 172 halaman. Peminat bisa menghubungi penulis (Sepmiwawalma) di 0838-3275-8311

LANGIT BIRU TELUK SADAR

Gambar
Novel  Langit Biru Teluk Sadar mengisahkan perjuangan Langit, seorang pemuda yang memilih jalan inspiratif untuk mengubah wajah pertambangan rakyat di Teluk Sadar. Di tengah maraknya pertambangan tanpa izin, kerusakan lingkungan, dan berbagai konflik sosial, ia mengajak masyarakat membangun koperasi, mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR), serta membuktikan bahwa kesejahteraan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam. Namun, perjuangannya tidak mudah. Ia harus menghadapi kepentingan para penambang ilegal, para tengkulak, hingga godaan investasi besar yang mengancam hak masyarakat atas tanah mereka. Novel ini memadukan kisah perjuangan, konflik sosial, nilai kemanusiaan, dan dinamika pembangunan dengan informasi mengenai tata kelola pertambangan rakyat yang berkelanjutan. Melalui alur yang inspiratif, pembaca diajak memahami pentingnya kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi kesejahteraan bersama. Leb...

Antologi Cerita Rakyat Kabupaten Gunung Mas

Gambar
  Kabupaten Gunung Mas bukanlah sekadar hamparan hutan tropis yang dialiri sungai-sungai besar di jantung Kalimantan. Di setiap lewu (kampung), sungai, dan bentang alamnya tersimpan kisah-kisah yang telah diwariskan turun-temurun melalui tradisi lisan. Kisah-kisah itulah yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Gunung Mas. Antologi Cerita Rakyat Kabupaten Gunung Mas menghadirkan pilihan cerita rakyat yang mengangkat legenda asal-usul tempat, kisah sungai dan danau, hingga cerita para tokoh yang mewarnai perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat setempat. Lebih dari sekadar bacaan, setiap cerita memuat nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, penghormatan terhadap alam, serta pandangan hidup masyarakat Dayak yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Buku ini menjadi jendela untuk mengenal lebih dekat sejarah, legenda, dan kekayaan budaya Kabupaten Gunung Mas. Melalui setiap halaman, pembaca diajak menelusuri jejak masa lalu sekaligus memahami jati diri masyara...