Kinanti Benangin
Novel Kinanti Benangin bertutur tentang perjalanan inspiratif seorang perempuan muda bernama Kinan yang memilih meninggalkan gemerlap kota besar untuk kembali ke tanah leluhurnya di Desa Benangin, Kabupaten Barito Utara. Di tengah pergulatan melawan stigma masyarakat dan cengkeraman tengkulak yang mengeksploitasi alam, Kinan bertekad mengubah paradigma pengelolaan rotan dari sekadar bahan mentah subsisten menjadi produk bernilai seni tinggi melalui pendirian Santuari Kameluh. Bersama Arga—seorang arsitek visioner yang menjadi mitra seperjuangan sekaligus pendamping hidupnya—Kinan merajut asa membangun Pusat Edukasi Wisata Rotan Internasional, membuktikan bahwa kelestarian hutan adat dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan demi masa depan peradaban yang berkelanjutan.
Ditulis oleh Sepmiwawalma, diformat dengan ukuran 15 x 21 cm, setebal 115 halaman. Peminat bisa menghubungi penulis (Sepmiwawalma) di 0838-3275-8311

Komentar
Posting Komentar