DAYAK JAWATN: Meneguhkan Identitas, Melindungi Wilayah Adat
Buku Dayak Jawatn: Meneguhkan Identitas, Melindungi Wilayah Adat menguraikan keberadaan Masyarakat Adat Dayak Jawatn sebagai komunitas pribumi tua di sepanjang Sungai Sekadau, khususnya di aliran Sungai Ntorap. Berangkat dari tradisi lisan, jejak migrasi leluhur dari Labai Lawai, serta catatan sejarah kolonial, buku ini menegaskan bahwa orang Jawatn memiliki legitimasi historis, kultural, dan spiritual yang kuat atas wilayah adatnya. Identitas mereka terbentuk melalui proses panjang sejak perpindahan leluhur hingga pembentukan kampokng, disertai sistem adat, hukum adat, bahasa, serta kelembagaan tradisional yang menjaga keteraturan sosial. Di tengah tekanan modernisasi dan ekspansi konsesi yang mengancam wilayah adat ±18.000 hektar, masyarakat Jawatn tetap menunjukkan daya tahan dalam mempertahankan kedaulatan budaya dan hak kolektifnya.
Ditulis oleh Vinsensius Vermy, buku ini merupakan refleksi sekaligus instrumen perjuangan untuk mendokumentasikan identitas dan hak-hak Masyarakat Adat Jawatn secara autentik. Penulis menekankan pentingnya bahasa sebagai simbol kedaulatan, serta mengangkat nilai-nilai spiritual, filosofi hidup, dan sistem pengetahuan lokal sebagai fondasi keberlanjutan komunitas. Selain memaparkan dinamika gerakan adat sejak 1990-an, buku ini juga mengkritisi konflik internal, marginalisasi politik, serta dampak perubahan administratif yang melemahkan struktur adat. Dengan demikian, karya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga seruan untuk pengakuan dan pemulihan hak asal-usul masyarakat adat sebagai subjek yang berdaulat atas tanah dan masa depannya.
Buku ini diformat dengan ukuran 15 x 21 cm dan setebal 168 halaman. Bagi yang berminat, dapat menghubungi penulis melalui nomor 082158689698.

Komentar
Posting Komentar