Buku SUARA ENGGANG Sebuah Bunga Rampai Tentang Dayak Kalimantan Dari Dapur ICDN adalah kumpulan tulisan yang disusun oleh sekretariat Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional atau ICDN. Masyarakat Dayak menjadikan burung enggang sebagai simbol filosofis. Suara Enggang secara harapiah adalah bunyi yang dikeluarkan burung enggang ( Bucerotidae ), namun dalam konteks buku ‘Suara Enggang’ bermakna suara-suara yang dikeluarkan oleh orang Dayak melalui ICDN. Menggunakan istilah dapur ICDN, dikarenakan buku ini dikumpulkan dan diolah oleh tim dari secretariat ICDN, sebelum diterbitkan dan dicetak. Buku Suara Enggang ini adalah bunga rampai, yang berarti kumpulan tulisan dari berbagai tema. Ada refleksi terhadap kekinian orang Dayak, sejarah, gagasan untuk membangun masa depan, sudut pandang terhadap pengobatan ala Dayak dari dunia kedokteran moderen serta kajian bahasa dan sastra. Ada yang disajikan dalam bentuk ilmiah popular serta opini. Berbagai tema tadi tetap membahas satu tema induk, yait...
Buku KAMUS DAYAK TUJUH BAHASA & Sejarah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional salah satu karya literasi yang dihasilkan oleh dapur ICDN. Tujuh bahasa yang dimaksud oleh kamus ini adalah bahasa Indonesia, bahasa Dayak Ngaju, bahasa Dayak Serumpun Iban, bahasa Dayak Bakumpai, bahasa Dayak Banuaq, bahasa Dayak Lundayeh dan bahasa Inggris. KAMUS ini disusun agar pengguna memahami lima bahasa Dayak di Kalimantan, yakni; bahasa Dayak Lundayeh di Kalimantan Utara, bahasa Dayak Banuaq di Kalimantan Timur, bahasa Dayak Bakumpai di Kalimantan Selatan, bahasa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah serta bahasa Dayak Serumpun Iban di Kalimantan Barat. Bahasa Dayak Serumpun Iban ini menyatukan Kalimantan Barat, Negara Bagian Serawak dan Negara Bagian Sabah. Apa yang dimaksud Dayak Serumpun Iban? Yaitu sub Dayak yang memiliki kemiripan bahasa dengan Iban seperti ; Mualang, Ketungau, Seberuang, Desa, Kantuk, dsb. Jadi, entri kata untuk bahasa serumpun Iban, selain bahasa Iban juga memasukan kosa...
Buku berjudul PERTANIAN DI TANAH DAYAK Dari Perladangan ke Agroforestry ini terdiri dari dua bagian penting. Bagian pertama tentang perladangan. Dari sejarah perladangan, sejarah padi, bagaimana padi menurut kebudayan Dayak, bagaimana ladang menurut sejarawan, apa saja produk ladang yang populer, bagaimana proses berladang sampai ke sejarah pelarangan berladang (larangan membakar ladang). Bagian kedua adalah tentang agroforestry. Bagaimana konsep agroforestry menurut para ahli. Apa tujuan agroforestry. Mengapa ladang adalah agroforestry tradisional yang bersahabat di hutan tropis. Apa saja agroforestry kompleks di kawasan orang Dayak. Mengapa agroforestry dipandang penting untuk menyalamatkan masa depan manusia dan iklim dunia. Ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Bambang S. Lautt, M.Si. Bambang Lautt adalah Guru Besar Tetap di Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya dan Ketua Program Doktor Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Palangka Raya (2018 - 2024). Kakek-buyut Bambang ad...
Komentar
Posting Komentar