Postingan

KISAH PARA MARTIR GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS

Gambar
Buku ini berkisah tentang para martir Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), yang ditulis oleh para pendeta dan sejarawan GKE: Hadi Saputra, Sudianto, Kinurung Maleh, Gunedi, dan Triotama . Para martir ini berkarya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, menembus kerasnya hutan Kalimantan demi mewartakan Injil. Mereka tidak hanya menghadapi alam yang ekstrem, tetapi juga situasi politik yang keras serta budaya setempat yang pada masa itu belum sepenuhnya bersahabat. Kesetiaan pada panggilan penginjilan membuat mereka bertahan hingga akhirnya menjadi martir. Dari kemartiran itulah tumbuh benih-benih iman baru. Pengorbanan para penginjil ini melahirkan generasi penerus dan membentuk komunitas Kristen dari kalangan masyarakat Dayak, yang kemudian dikenal sebagai Gereja Kalimantan Evangelis . Lebih dari sekadar catatan sejarah gereja, buku ini menghadirkan kisah iman, pergulatan, dan lahirnya sebuah komunitas yang berakar kuat dalam sejarah Kalimantan dan tanah Borneo. Spesifikasi Buku Uk...

Pengurus Sayap Literasi DPN ICDN Lakukan Salam Literasi

Gambar
Senin, 10 November 2025 — bertepatan dengan Hari Pahlawan , pengurus Sayap Literasi DPN Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) , yakni Elisae Sumandie dan Damianus Siyok , menyerahkan 11 judul buku kepada Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat . Kesebelas judul buku yang diserahkan adalah sebagai berikut: Amirue Roh Kudus – Sejarah Perjumpaan Ulun Maanyan dengan Kekristenan Kamus Dayak Tujuh Bahasa dan Sejarah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional Pertanian di Tanah Dayak – Dari Perladangan ke Agroforestry Manusia Sungai Dayak Kecil – Narasi tentang Penghuni Kapuas Murung Abad ke-19 Berdasarkan Catatan Schwaner Orang Barito Abad XIX – Narasi tentang Penghuni Batang Barito Berdasarkan Catatan Para Penjelajah Mula-Mula Secercah Cahaya di Pucuk Hutan Borneo – Kumpulan Puisi Hana Pertiwi Folklor Daerah Suku Dayak Ngaju Manggatang Utus – Damang Sahari Andung dalam Perjuangan Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah Betang Baru – Upay...
Gambar
BORNEO DALAM GEOGRAFI HINDIA BELANDA (BORNEO IN THE GEOGRAPHY OF THE DUTCH EAST INDIES) Pendahuluan Mengapa dan Bagaimana Buku Ini Ditulis Buku pelajaran Ilmoe Boemi dan Beknopte Aardrijkskunde van Nederlandsch–Indië merupakan sumber pengetahuan yang diajarkan di sekolah-sekolah Nusantara pada masa Hindia Belanda. Buku-buku ini menggambarkan kondisi geografis pulau-pulau di Nusantara (Sumatera, Borneo, Jawa, Bali, Sulawesi, Kepulauan Timor, dan Papua), sistem pemerintahan lokal dan pemerintahan Hindia Belanda, serta manusianya (orang negeri dan orang asing). Adapun Aardrijkskundig en Statistisch Woordenboek van Nederlandsch-Indië adalah buku rujukan bagi para pejabat Hindia Belanda, peneliti, pelancong, pedagang, dan misionaris. Buku ini berupa kamus yang lema-lema di dalamnya menggambarkan kondisi Nusantara dari sisi pemerintahan lokal dan Hindia Belanda, data ekonomi, demografi, nama-nama tempat, dan sebagainya. Buku-buku tersebut masih ada, tetapi jarang dijadikan rujukan oleh pe...

LIMA PENA LIMA PESAN SEMESTA - Bunga Rampai Inspirasi dan Motivasi

Gambar
Buku LIMA PENA LIMA PESAN SEMESTA - Bunga Rampai Inspirasi dan Motivasi  adalah buku yang ditulis oleh lima penulis: Sepmiwawalma, Kardinal Tarung, Myrtaferae Kananga, Qanita Tajuddin, dan Septina Trisnawati . Kelima penulis ini menuturkan pengalaman hidup mereka sendiri, serta kisah orang-orang yang pernah mereka cermati—kisah-kisah nyata yang sarat makna dan menggugah hati. 🌿 Sepmiwawalma berbagi kisah tentang penantian selama 12 tahun untuk memperoleh buah hati. 🌿 Qanita Tajuddin menuturkan perjalanan menjadi ibu dari delapan anak. 🌿 Septina Trisnawati mengisahkan momen menerima penghargaan sebagai jurnalis berprestasi dengan gaun sederhana seharga Rp50.000. 🌿 Myrtaferae Kananga mengenang masa kecil bersama sang ayah—tokoh pers Kalimantan Tengah—yang setiap hari mengantarnya dengan sepeda onthel. 🌿 Kardinal Tarung membagikan refleksi kehidupannya sebagai seorang Damang (kepala adat). Dari beragam pengalaman itu, tersimpan nilai-nilai kehidupan yang mengandung mo...

DIANTARA TERANG DAN GELAP - Beriman di Tengah Paradoks Kehidupan

Gambar
Buku Di Antara Terang dan Gelap: Beriman di Tengah Paradoks Kehidupan menyingkap perjalanan iman sebagai ziarah di tengah paradoks kehidupan — antara terang dan gelap, keyakinan dan keraguan, penderitaan dan harapan. Dari ruang-ruang kelam tempat iman diuji, narasi-narasi di dalamnya mengajak pembaca menyibak misteri dan menemukan kehadiran Tuhan yang tersembunyi di balik luka dan kehilangan. Bukan sekadar kumpulan jawaban, buku ini merupakan undangan untuk merenung dan berdamai dengan ketegangan hidup , menyadari bahwa iman sejati tumbuh bukan di tanah kepastian, melainkan di lereng curam tempat kasih dan misteri saling berpelukan . Ditulis oleh Darius Dubut , Pendeta Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) dan doktor dari Fakultas Teologi Universitas Hamburg, Jerman. Ia pernah belajar Bahasa dan Kebudayaan Arab di Tunis, Tunisia; mempelajari hubungan Kristen–Muslim di Hartford Seminary, Connecticut, Amerika Serikat; serta mendalami Christian and Religious Pluralism di Ecumenical C...

FOLKLOR DAERAH SUKU DAYAK NGAJU

Gambar
  FOLKLOR DAERAH SUKU DAYAK NGAJU merupakan karya tulis yang membahas kekayaan folklor masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Buku ini menjadi rujukan penting bagi mahasiswa, peneliti, budayawan, para guru muatan lokal serta para pemerhati budaya yang ingin memahami keunikan tradisi dan kebudayaan Kalimantan Tengah. Folklor Dayak Ngaju mencakup berbagai bentuk warisan budaya yang diturunkan secara lisan, melalui tindakan, serta simbol-simbol yang hidup dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini meliputi cerita rakyat yang berisi legenda, mitos, dan dongeng; upacara adat dan ritual; seni ukir; konsep huma betang ; nyanyian tradisional ( karungut ); hingga berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya, termasuk simbolisme dalam seni tari dan ukiran. Buku ini ditulis oleh Hana Pertiwi , pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di FKIP Universitas Palangka Raya . Terbit dengan ISBN  978-623-89896-8-3 Diterbitkan dalam format berukuran 15 x 21 cm dengan ketebalan 189 halaman . Bagi ...

ASAL NAMA KALIMANTAN DAN DEMOGRAFI BORNEO ABAD XIX

Gambar
Dalam percakapan di wag Lembaga Literasi Dayak sekitar tahun 2024, dibahas mengenai asal-usul kata Kalimantan . Pada saat itu rujukan yang dipakai adalah tulisan J.U. Lontaan. Sayangnya, tulisan Lontaan menimbulkan perdebatan karena tidak jelas sumbernya, dari mana ia merangkai kalimat bahwa Kalimantan berasal dari nama pohon asam yang populer di masyarakat. Bagi orang Kalimantan Barat, hal tersebut tidak sulit dibayangkan, sebab mereka mengenal pohon asam kemantan yang bunyinya bisa berubah menjadi Kalimantan . Namun, hal ini berbeda bagi orang Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, karena di wilayah ini asam kemantan dikenal sebagai asam putar . Dengan demikian, istilah Kalimantan yang dikaitkan dengan pohon kemantan tidak begitu masuk ke dalam pemahaman masyarakat Kalteng dan Kalsel—belum lagi masyarakat Kaltim dan Kaltara yang kemungkinan memiliki sebutan lain. Buku DAYAK BORNEO BERDASARKAN PELAJARAN GEOGRAFI SEKOLAH BELANDA menuntaskan kebingungan yang selama ini terpenda...